KRICOM - Komitmen untuk menolak reklamasi di Teluk Jakarta menjadi tantangan berat yang dihadapi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Pasalnya, rencana itu bakal terbentur dengan regulasi pemerintah pusat.
Pengamat Politik Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap mengaku optimis kalau Anies Baswedan berani menghentikan proyek reklamasi seperti janjinya semasa kampanye.
"Dia pasti berani menghentikan reklamasi karena dapat dukungan dari mayoritas masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Jakarta, termasuk parpol-parpol pendukung Anies," kata Muchtar kepada Kricom.id, Jumat (20/10/2017).
Selain itu, latar belakang Anies yang bukan seorang politikus ataupun pengusaha juga menjadi faktor pendorong menghentikan reklamasi.
"Karena Anies tidak punya kepentingan soal dagang atau bisnis. Dia berasal dari keluarga intelektual dan pejuang kemerdekaan. Tentu Anies akan mengutamakan martabat keluarga," lanjut Muchtar.
Namun terlepas dari faktor tersebut, ada hal yang bisa membuat nyali Anies ciut membatalkan reklamasi. Salah satunya mendapat tekanan dari kelompok Jusuf Kalla (JK) yang mendukungnya di Pilkada DKI lalu.
"Kalau kelompok JK memperoleh kepentingan bisnis dengan reklamasi tersebut, baru Anies tidak berani. Tapi kalau hanya melawan kepentingan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan konglomerat, saya yakin Anies berani tolak reklamasi," tandasnya.