KRICOM - Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Eva Kusuma Sundari menanggapi ucapan Amien Rais yang menyarankan PAN keluar dari koalisi pemerintah. Dia menyoroti soal alasan yang diungkapkan Amien dalam saran tersebut.
Diketahui, Amien beralasan, PAN perlu keluar dari koalisi agar terhindar dari beban sejarah. Menurut Eva, alasan yang diungkapkan terkesan manipulatif.
"Logikanya benar, tapi alasannya agak manipulatif, harus diluruskan. Isunya kan soal pelanggaran etika, jadi yang harus dibahas kan tindakan pelanggarannya, bukan subjek pembuat kontrak, yaitu pemerintah yang dalam ini justru korban," katanya melalui pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (3/11/2017).
Eva beralasan, seharusnya partai dalam koalisi mendukung kebijakan pemerintah. Namun PAN justru mengambil sikap bertolak belakang dengan partai-partai pengusung pemerintah yang lain.
"Kontraknya setuju masuk koalisi, itu ya artinya mendukung pemerintah. Termasuk tidak bersikap oposan di parlemen, itu SOP (Standar Operasional Prosedur). Jadi jangan lempar bom lalu memaki korban, ini enggak fair dong," ungkapnya.
Lantas dia mengibaratkan koalisi seperti gotong royong. Ketika akan gotong royong memperbaiki pagar, ya seharusnya fokus memperbaiki hal itu.
"Ibaratnya setuju kerja gotong royong membangun rumah, tugasnya bikin pagar ya beresi kontraknya, jangan malah bikin atap bocor," ungkapnya.
Dia menduga, sikap PAN yang terkesan seperti oposisi disebabkan oleh ketokohan Amien Rais. Hal itulah yang pada akhirnya membuat partai koalisi kesulitan menjalin komunikasi.
"Jadi jika Pak Amien Rais paham SOP dan etika sebagai partai pendukung kan situasi jadi kondusif bagi teman-teman PAN di parlemen. Bagaimanapun, beliau kan pendiri PAN, jadi sikapnya jadi barometer. Seandainya Pak Amien tenang, jadi guru bangsa seperti zaman Ketua MPR maka politik jadi sejuk," pungkasnya.



